Tes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat

Category : Masjid
Tes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Baratby Latedon.Tes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera BaratTes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat Dalam mumentum ini juga dilakukan tes urine pada seluruh peserta sebagai bentuk upaya pencegahan agar peserta tetap bersih Narkoba. Sosialisasi ini disambut positif oleh para peserta, mereka mengaku senang dapat menyimak materi terkait bahaya narkobamengundang Persatuan Waria se-Kediri Raya (PERWAKA) yang berprofesi sebagai Pekerja Seni dan […]

Tes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat

Tes Urine di Masjid Kabupaten Padang Pariaman Sumatera Barat

Dalam mumentum ini juga dilakukan tes urine pada seluruh peserta sebagai bentuk upaya pencegahan agar peserta tetap bersih Narkoba. Sosialisasi ini disambut positif oleh para peserta, mereka mengaku senang dapat menyimak materi terkait bahaya narkobamengundang Persatuan Waria se-Kediri Raya (PERWAKA) yang berprofesi sebagai Pekerja Seni dan Salon untuk perangi dan budayakan hidup sehat tanpa narkoba.  Kegiatan yang bertajuk Komunikasi, informasi, Masjid dan edukasi terkait Pencegahan  Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) ini diikuti oleh 20 perwakilan waria se Kediri Raya berharap para waria di Kota Kediri dapat terhindar dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Lebih lanjut, para waria bisa menjadi kepanjangan tangan BNN dalam memberantas penyalahgunaan dan Masjid peredaran gelap narkoba, dan kita harus terus waspada serta peduli terhadap lingkungan kita karena kejahatan narkoba sudah ada disekitar kita. Maka dari itu apabila masyarakat mengetahui penyalahgunaan narkoba segera.

Pendekatan mataraman ini mungkin bias menjadi alternatif,  seiring banyaknya pelaku politik yang kurang biasa berbahasa tutur dengan baik dan berperilaku cenderung tidak mengedepankan etika yang berlaku dalam masyarakat. Esensi dari komunikasi sebenarnya lebih kepada bagaimana pesan itu dapat ditampilkan kepada publik. Studi ilmu politik yang lebih banyak menempatkan Dramaturgi sebagai pisau analisis juga berdampak pada kajian komunikasi politik. Pandangan Dramaturgi “Erffing Goffman” bahwa kita Masjid hidup dalam dunia panggung yang menampilkan diri pada panggung depan (Front Stage) dan panggung belakang (Back Stage).

Komunikasi secara sederhana melibatkan aktor dan pesan. Politik menurut Aristoteles mengedepankan usaha yang ditempuh warga Negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Pandangan ini tentunya Nilai-nilai estetika ini bias digunakan sebagai pijakan dalam berkomunikasi, misalnya bagaimana cara orang berbicara kepada yang Masjid lebih tua atau lebih muda. Dalam ranah politik perilaku santun juga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. selaras dengan budaya mataraman, artinya warga Negara secara bersama-sama harus memegang teguh etika maupun estetika guna mencapai kehidupan yang lebih baik. Hingga saat ini budaya dalam berbahasa (tutur) masih menjadi pegangan mayoritas masyarakat mataraman. Perilaku juga menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat mataraman.

Hidup manusia akan mulya jika ia bias memulyakan orang lain. Dan memulyakan orang lain dengan Masjid perilaku yang baik . Akulturasi ini Nampak pada pola bahasa Jawa yang digunakan oleh sebagaian orang di Eks karisidenan Madiun dan Kediri. Bahasa tutur yang hampir mirip dengan masyarakat Jawa Tengah (Solo) karena pengaruh kerajaan Mataram di Yogyakarta menjadi bukti konkrit aplikasi dari proses ber-politik dalam konteks budaya jawa khususnya mataraman. Selain itu, cara penyampaian pesan dengan bahasa tutur yang baik sebagai perwujudan dari komunikasi politik bias menyadarkan kita bahwa apa yang kita ucapkan harus sejalan dengan perilaku keseharian kita.

Related Posts