Di Kediri Tindak Tegas Koperasi Nakal

Category : Berita
Di Kediri Tindak Tegas Koperasi Nakalby Latedon.Di Kediri Tindak Tegas Koperasi NakalBerita kediri hari ini. Di Kediri Tindak Tegas Koperasi Nakal. Semakin banyaknya koperasi di Kabupaten Tulungagung membuat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) harus memperketat pengawasanya. Pasalnya, ada beberapa koperasi yang menjalankan Berita Kediri usahanya tidak begitu baik, seperti adanya dugaan ketidak jujuran dalam usahanya. Oleh sebab itu Dinkop  akan menindak tegas koperasi yang merugikan […]

Berita kediri hari iniDi Kediri Tindak Tegas Koperasi NakalSemakin banyaknya koperasi di Kabupaten Tulungagung membuat Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) harus memperketat pengawasanya. Pasalnya, ada beberapa koperasi yang menjalankan Berita Kediri usahanya tidak begitu baik, seperti adanya dugaan ketidak jujuran dalam usahanya. Oleh sebab itu Dinkop  akan menindak tegas koperasi yang merugikan masyarakat. Menurut Kepala Dinkop UMKM Tulungagung Eko Asistono, sementara ini ada lima koperasi yang sudah ditindak karena memang terbukti bersalah. Akibatnya, praktik koperasi justru merugikan anggotanya. “Saat ini baru lima koperasi yang kami tindak,” ungkapnya.

Dia mengatakan, akan terus memeriksa setiap koperasi yang ada. Ini berkaitan dengan kualitas koperasi yang cukup besar Berita Kediri diminati masyarakat. Untuk mengetahui kondisi koperasi, tim harus terjun langsung ke lapangan. Salah satu yang diperiksa yakni legalitas seperti nomor induk koperasi (NIK). “Kami sudah ada tim yang terjun ke lapangan memeriksa setiap koperasi. Kami tekankan kualitas, bukan kuantitas,” katanya. Dalam pemeriksaan tersebut, tim juga mencocokkan koperasi dengan daftar yang dimiliki Dinkop. Jika sudah sesuai dan usaha yang Berita Kediri dilakukan sehat, maka dilanjutkan dengan pemeriksaan badan hukum serta NIK. Jika belum memiliki, disarankan secepatnya mengurus sehingga legalitas koperasi makin kuat. “Kalau memang belum berbadan hukum, kami akan minta secepatnya mengurus,” jelas Eko Asistono.

Pria berkumis itu menegaskan, pihaknya tak segan membubarkan koperasi yang terbukti tidak resmi alias abal-abal. Selain merugikan Berita Kediri masyarakat, kegiatan itu dinilai melanggar aturan. “Memang sekarang baru lima. Tapi kami terus cek di lapangan,” tegasnya. Kikalangan masyarakat, keberadaan koperasi masih difavoritkan. Terlebih, jika koperasi bisa memberikan kemudahan pinjaman berbunga ringan. Dengan begitu, permasalahan finansial bisa teratasi sementara. “Koperasi prosesnya lebih mudah dibanding bank, bunga angsurannya pun cukup Berita Kediri ringan,” ungkap Suprihatin salah seorang anggota koperasi simpan pinjam. Sementara itu, Wiwiek, Kepala Dinas Pariwisata dalam sambutannya mengatakan, sebagai upaya memotivasi pelestarian budaya. Menurutnya, mulai siswa taman kanak-kanak (TK) sampai pelajar SMA, semua ambil bagian dalam festival ini.

 

Related Posts