Ary Ginanjar Agustian, Bulan Suci Momentum Proses Mengembangkan Mental Bangsa

Category : Islam
Ary Ginanjar Agustian, Bulan Suci Momentum Proses Mengembangkan Mental Bangsaby Latedon.Ary Ginanjar Agustian, Bulan Suci Momentum Proses Mengembangkan Mental BangsaTerhindarnya seseorang dari hawa nafsu pada Bulan Suci dinilai Ary Ginanjar Agustian akan kian menguatkan dan bukan mengurangi aktivitas. Karena itu, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa dan pendiri ESQ Leadership Center ini akan menjadikan datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momentum agar menguatkan aktivitas. Ary Ginanjar Agustian menganggap jika kewajiban untuk menahan diri dari lapar, […]

Ary Ginanjar Agustian Pendidikan Karakter 17

Terhindarnya seseorang dari hawa nafsu pada Bulan Suci dinilai Ary Ginanjar Agustian akan kian menguatkan dan bukan mengurangi aktivitas. Karena itu, Presiden Direktur PT Arga Bangun Bangsa dan pendiri ESQ Leadership Center ini akan menjadikan datangnya bulan suci Ramadhan sebagai momentum agar menguatkan aktivitas.

Ary Ginanjar Agustian menganggap jika kewajiban untuk menahan diri dari lapar, haus, serta hawa nafsu selama berpuasa, tidak boleh dijadikan sebagai sebuah alasan tuk setiap Muslim yang selagi menjalankannya untuk mengurangi kegiatan sehari-hari. Menurutnya, seseorang dalam sedang menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, ada dalam kondisi yang sungguh-sungguh prima.

“Kemudian, seseorang yang sedang berpuasa juga jadi menurunkan atau bahkan menekan hawa nafsu yang ia miliki sehingga sudah semestinya seseorang tersebut bisa beraktivitas normal atau bahkan lebih dari aktivitas pada hari biasa, ” tutur pria yang lebih dikenal publik seperti seorang motivator ini.

Contoh konkret yang diambil akibat lelaki kelahiran Bandung,termasuk pada waktu pukul 16. 00. Pada waktu ini, kata dia, biasanya seorang pekerja akan meluangkan saatnya untuk mencari makan. Akhir-akhir ini, pekerja tersebut tidak harus repot mencari makan siang karena sedang berpuasa.

Menurutnya, hal tersebut akan membikin aktivitas sehari-hari menjadi amat efektif dan seseorang dapat melanjutkan pekerjaannya setelah melangsungkan ibadah shalat. Sayangnya, beragam orang di Indonesia dalam justru menjadikan Ramadhan sebagai alasan untuk melarikan diri dari tanggung jawab, terutama pekerjaannya.

Hal itulah dimana menjadi ketidaksetujuan suami untuk Linda Damayanti itu lantaran masyarakat seakan sudah terbiasa dengan kebiasaan tersebut. Lagi-lagi, saat ia mengingat dalam beberapa kejadian besar, yang justru terjadi pada bulan suci Ramadhan, yaitu Perang Badar dan Kemerdekaan Republik Dalam negeri. “Ramadhan bukan sebuah reason untuk mengurangi aktivitas, malahan Ramadhan akan menguatkan pekerjaan kita, ” ujarnya.

Lulusan Universitas Udayana Bali tersebut memaknai Ramadhan sebagai salahsatu rangkaian panjang yang tidak terpisahkan untuk pembangunan prinsip. Makna dari bulan suci Ramadhan tersebut, menurut Ary Ginanjar Agustian, juga sesuai dengan dimana diperintahkan oleh Rasulullah, yaitu membangun akhlak, sehingga apa yang didapatkan untuk seseorang setelah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan nanti yaitu karakter diri yang fitri.

Maka itu, pria dalam juga sempat menimba ilmu di Tafe College Sydney tersebut menegaskan kalau bulan suci Ramadhan tidak sebatas tentang ritual berpuasa atau menahan lapar, haus, kemudian hawa nafsu, tetapi juga sebagai momentum untuk membentuk dan membangun karakter sendiri yang indah dan fitri. Pria yang sudah semenjak berpuasa sejak di bangku sekolah dasar itu pula menyayangkan jika seseorang semata-mata memaknai Ramadhan sebagai practice.

Pengalaman menjalani bulan suci Ramadhan di Makkah, belasan tahun yang lalu, menjadi Ramadhan yang paling berkesan bagi pria yang akan mengajar mata kuliah program pendidikan karakter di Universitas Negeri Yogyakarta tersebut. Saking berkesannya, selama 10 1 thaun belakangan, ia selalu berupaya meluangkan tenaga dan sewaktu untuk menjalankan ibadah puasa pada awal Ramadhan di Makkah.

Mendekatkan diri untuk Allah SWT, mendirikan shalat Tarawih, menjalankan puasa, dan berusaha menyucikan hati benar di depan Ka’bah, sebagai momen yang paling seolah-olah bagi perancang konsep The actual ESQWAY 165 tersebut. Bervariasi alasan yang membuatnya sering ingin kembali ke Tanah Suci tersebut, ditambah lagi karena ia bisa amat fokus dalam beribadah lantaran merasa lebih dekat dengan Allah SWT.

Meski setelah, penyuka timun suri indonesia menyebut kalau Ramadhan tahun ini memang menjadi tantangan yang berat, baik secara ekonomi maupun sosial. Hal itu disebabkan kondisi masyarakat yang sedang dirundung banyak masalah, di antaranya, persoalan narkoba dan buruknya ethical atau karakter dari semua individu. Maka itu, Ary berharap agar nilai-nilai dimana ada dalam diri orang mampu menghadapi permasalahan tersebut.

Ary juga memanfaatkan bulan suci Ramadhan sebagai traction spesial bersama keluarga di melaksanakan shalat Tarawih. Ia selalu berusaha meluangkan sewaktu untuk melaksanakan shalat Tarawih berjamaah di rumah dengan anak dan istrinya. Momen istimewa lainnya bersama keluarga yang ia rasakan ketika bulan suci Ramadhan merupakan menikmati santap sahur bersama-sam yang dianggapnya sebagai kesempatan terbaik selama sepanjang tahun.

Peraih penghargaan Tokoh Perubahan Republika 2005 tersebut juga mengimbau umat Islam agar tidak menyia-nyiakan Ramadhan, kecuali untuk menghasilkan karakter diri yang lebih baik sebagai orang. Baginya, Ramadhan adalah kesempatan latihan yang diberikan oleh Tuhan yang wajib dimanfaatkan sebagus mungkin karena tidak sedia jaminan kalau seseorang ini bisa bertemu dengan Ramadhan pada waktu yang maka akan datang.

Related Posts